kemarin mata cokelat itu kembali tak kuasa menahan tetes demi tetes kristal sucinya, telah banyak pilihan yang mungkin tak sanggup lagi menipu senyum ini... dan kini kehilangan arah akan kemana kaki ini menapak, aku akan lari, sejauh mungkin sampai tak akan kau temukan lagi tatapan ini...meninggalkan semua nya tanpa membawa apapun tentangmu, lebih lagi menghapus semua nya tentang kita, tak ada lagi yang perlu dikenang, tak ada lagi yang perlu diperjuangkan, semua hanya akan membuat tumpukan sakit ini lebih tinggi lagi...kapal2 telah siap untuk mengantarkan aku ke pelabuha terjauh yang tak mungkin kau jangkau.... tak ada lagi badai yang akan menerjang dan atak akan ada lagi air mata untuk mu...semua sudah bulat dan semua sudah kupersiapkan....
demi hati ini,,, aku pergi untuk kebahagiaan ku yang aku pikir tak berpengaruh apapun untuk mu...aq tau kau akan mengucapkan selamat jalan pada ku dan melemparkan senyuman hanyatmu dan aku akan membalasnya dengan senyum pula, tetapi senyum duka, karena ketika itu pula penguburan akan cinta ku dimulai...tak ada lagi nama dan wajah mu di hidup ku....
berkejaran layaknya ombak di sore hari,,,begitulah perasaan yang melanda saat ini... ketangguhan ku seakan-akan berlomba dengan rasa yang tak ku inginkan ini,,,menegarkan hati ini demi semua nya,,,demi senyuman itu, demi mata itu, demi cinta itu,,,yang sebentar lagi akan hilang...yya aku mantap dengan semua ini...
aku tidak akan pernah mengembalikan semua itu lagi, oleh apapun, kau hanya pangeran siput yang ada dalam dongen itu, sedangkan aku bkanlah putri keong, kau hanya mimpi-mimpi ku, khayalanku,,,yang membuatku tersenyum setiap saat, yang menguatkan ku ketika aku terjatuh... biarkan aku pergi, dengan semuanya,,,pergilah pula dari ku...dongeng itu akan tetap abadi... dan aku dan kau adalah pemerannya,,, hanya saja tik lagi jadi kenyataan...karena terlalu pahit....
tapi kau seolah melumpuhkan semua persendianku,,,ketika semua sudah siap, ketika aku melangkah perlahan, kau menghancurkan semuanya, kenapa kau datang...dengan semuanya...
kau buat aku mengkhianati semua keputusan ku...
aku mengingkarinya....
air mata ini menetes lagi...
mata cokelat itu memerah lagi...
bibir ini gemetaran....
i love u too_
(kristanti, susan.2011.putri keong dan pangeran siput. end. surabaya)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar